(MahadanaNews) Pasar saham dunia akan pulih tahun depan dari mimpi buruk 2011 yang telah menghapus triliunan dolar dari harga saham, menurut jajak pendapat Reuters yang menunjukkan hampir semua indeks saham utama mengakhiri 2011 di zona merah.
Gelapnya prospek ekonomi dan kekhawatiran krisis utang zona euro akan terurai menjadi bencana keuangan mengirim saham global jatuh sekitar 14% sejak jajak pendapat triwulanan terakhir dari strategi ekuitas pada bulan Juni.
Hanya Dow Jones Industrial Average dan KOSPI Korea Selatan yang diharapkan untuk menutup tahun ini dengan keuntungan dibandingkan dengan tingkat penutupan tahun 2010, di antara 19 indeks saham utama yang dicakup oleh jajak pendapat Reuters selama seminggu terakhir.
Namun, meskipun kinerja buruk pasar saham sejauh tahun ini, sebagian besar responden masih dalam kebiasaan dimana mereka memprediksi keuntungan besar, tidak peduli apa resiko nyata yang dihadapi ekonomi dunia.
Menurut konsensus, hanya satu indeks - Taiwan TAIEX – yang diharapkan menyelesaikan 2011 pada tingkat signifikan lebih rendah dari penutupan Kamis ini.
Tiga bulan terakhir telah melihat lonjakan besar dalam volatilitas pasar saham, ke titik dimana beberapa sampel survei yang biasa sekitar 350 analis menolak untuk memberikan perkiraan di waktu ini.
Sementara analis menunggu tanda-tanda yang jelas baik dari kemajuan atau kegagalan dalam memperbaiki krisis utang zona euro, stagnannya pertumbuhan ekonomi di negara Barat akan mengekang harga saham dalam beberapa bulan mendatang.
"Perlambatan global masih akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan menjadi lebih rendah," kata Philippe Gijsels, kepala penelitian di BNP Paribas Fortis di Brussels.
"Hambatan untuk sebuah pasar bullish baru masih tangguh ... ada banyak ketidakpastian politik. Hal ini akan memakan waktu untuk berjalan lancar."
Ekuitas dunia telah kehilangan sekitar 3.7 triliun dolar dalam kapitalisasi pasar sejak awal tahun ini - lebih dari produk domestik bruto nominal Jerman.
Bahkan sampai pertengahan tahun depan, analis memperkirakan hanya segelintir indeks saham - tujuh dari 18 – untuk bisa melewati tingkat penutupan 2010 mereka. Sebagai perbandingan, saham dunia naik sekitar 30% pada 2009 dan sekitar 10% tahun lalu.
Ada setidaknya beberapa dukungan untuk gagasan bahwa pasar ekuitas mungkin mulai naik lagi, selain sikap bullish analis pasar ekuitas.
Untuk satu hal, saham global terlihat undervalued dibandingkan dengan rata-rata historis. Indeks MSCI World saat ini diperdagangkan sedikit lebih dari 10 kali dari laba 12 bulan ke depan, terendah sejak Desember 2008, dan jauh di bawah rata-rata 14,3 selama dekade terakhir.
Investor juga sedang memasuki kuartal keempat dengan eksposur sedikit terangkat ke saham dan memegang cadangan kas yang tinggi yang dengan cepat dapat digunakan untuk bahan bakar rally saham, jajak pendapat Reuters menunjukkan Kamis.
Indeks RTS Rusia, yang telah lama menjadi primadona bullish dalam jajak pendapat ini, sekali lagi menduduki memuncaki peringkat diantara indeks yang diharapkan untuk menghasilkan keuntungan terbesar dengan keuntungan diperkirakan mencapai 32% antara sekarang dan pertengahan 2012.
Shanghai Stock Exchange kemungkinan akan naik tahun depan setelah dua tahun mengalami kerugian besar, jajak pendapat menunjukkan, sementara Bovespa Brasil diperkirakan akan reli sekuat Rusia.
"Bahkan dengan krisis utang di Eropa yang memburuk dan kurang baiknya data AS, kita melihat ekonomi Brasil cukup kuat," kata Esteves Paulo dari Gradual Investimentos.
Survei tersebut juga menyarankan kenaikan kuat terbentang pada beberapa bursa dunia yang kaya, dengan bursa-bursa di Amerika Serikat, Australia, Perancis, Jerman dan Jepang diharapkan akan menghasilkan tingkat dua digit kembali dari sekarang sampai pertengahan 2012.
"Aksi jual akhir-akhir ini di pasar saham seluruh dunia, terutama di Eropa, merupakan akibat dari kurangnya kepercayaan, bukan pertumbuhan," kata Markus Huber, kepala penjualan trading Jerman di ETX Capital.
Meski begitu, prospek jangka dekat ini sangat tidak pasti. Indeks Dow Jones Industrial Average menjadi satu-satunya indeks negara maju dunia dimana analis memperkirakan akan menutup tahun dalam zona positif, dengan keuntungan sederhana sekitar 2% selama 2011.
TAIEX Taiwan diperkirakan akan menjadi pasar bekinerka terburuk dari 19 indeks dalam jajak pendapat Reuters.
Setelah kehilangan sekitar 20% dari nilainya sejauh tahun ini, analis melihat TAIEX jatuh 5% lebih jauh dari sekarang sampai akhir tahun dan hampir 9% pada pertengahan 2012, seiring indeks sarat teknologi ini terpukul dari perlambatan ekspor ke negara-negara barat.
Yang paling menonjol untuk kinerja terburuk lainnya adalah Inggris FTSE 100, salah satu yang terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi, dimana responden mengharapkan akan membukukan kerugian setahun penuh sekitar 11%.
Jajak pendapat itu menunjukkan FTSE memperoleh kenaikan marginal antara sekarang sampai akhir tahun, dan hanya sekitar 6% antara sekarang dan pertengahan 2012 – cukup jauh lebih rendah dibandingkankurang dengan perkiraan untuk perusahaan AS dan Eropa lainnya.
"Saya akan mengatakan bahwa ada potensi kenaikan di FTSE, tapi saya pikir kemungkinan pertumbuhan ekonomi telah sangat terhambat oleh apa yang terjadi di zona euro," kata Martin Dobson, kepala perdagangan Westhouse Securities.
Â
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
- 01/07/2011 12:55 - Dow Jones Terbaik Di Semester I 2011, Brasil Terburuk
- 28/06/2011 09:37 - Selayang Pandang Krisis Utang Yunani
- 22/06/2011 14:06 - Fed Masih Santai Tanggapi Ekonomi AS
- 15/05/2011 23:08 - Menanti Imbas Siklus Suku Bunga
- 17/04/2011 22:51 - Cina Masih Akan Perketat Moneter

