(MahadanaNews) China harus mempercepat reformasi suku bunga dan membiarkan mata uangnya untuk di perdagangkan lebih bebas, Dana Moneter Internasional mengatakan pada Selasa, memperingatkan bahwa sistem perbankan China "menghadapi penumpukan stabil kerentanan sektor keuangan."
Di antara risiko-risiko besar, IMF - dalam tinjauan pertama dari sistem perbankan Cina – menandai kekhawatiran tentang kualitas aset bank-bank domestik di belakang ledakan kredit baru-baru ini, serta pinjaman diluar sektor perbankan formal dan munculnya kegiatan diluar neraca, tingginya harga real-estate, dan ketidakseimbangan yang dihasilkan oleh model pertumbuhan ekonomi China.
Mereka memperingatkan bahwa "sistem perbankan dapat sangat terkena dampak" jika beberapa risiko ini menyebabkan masalah pada waktu yang sama.
Namun, IMF mengatakan sebagian dari 17 bank komersial China terbesar tampaknya tahan terhadap guncangan terisolasi.
Menanggapi studi IMF, People’s Bank of China (PBOC) mengatakan, juga pada Selasa, bahwa beberapa reformasi yang direkomendasikan tidak cukup komprehensif atau objektif, dan bahwa waktu spesifik dan langkah reformasi harus lebih cermat mempertimbangkan situasi khusus di China.
Namun, bank sentral China juga mengatakan memuji laporan keseluruhan IMF dan mengatakan Beijing harus tetap fleksibel dalam memajukan reformasi kebijakan suku bunga di luar "kemajuan substansial" yang sudah dibuat.
Chief Operating Officer KGI Asia Ben Kwong mengatakan bahwa dalam membuat reformasi sektor keuangan, Beijing memerlukan untuk menjalankannya diantara mengatasi kekhawatiran IMF dan mengurus ekonomi yang lebih luas.
"Saat ini, pemerintah sangat menyadari masalahnya, tetapi mereka juga memiliki masalah lain, seperti pertumbuhan dan inflasi," kata Kwong. "Beijing telah memperketat kontrol dari sistem perbankan, tapi kalau terlalu ketat, maka akan mempengaruhi pertumbuhan."
IMF juga memuji kemajuan China menuju sistem yang lebih berorientasi komersial dan secara finansial kuat. Mereka menyebutkan perbaikan dalam struktur, transparansi, kinerja dan pengawasan lembaga keuangan dan pasar.
Diantara 29 rekomendasinya, IMF mengatakan, prioritas pertama harus diberikan untuk memajukan reformasi suku bunga dan memungkinkan mata uang China untuk bergerak lebih bebas, sementara juga memastikan praktek manajemen risiko yang kuat diterapkan di bank.
Menjaga suku bunga terlalu rendah dengan menempatkan batasan atas pada suku bunga deposito dalam lingkungan likuiditas berlimpah - seperti praktek saat ini dalam sistem perbankan China, di mana tingkat bunga riil negatif - telah mendistorsi keputusan tabungan- investasi, kata IMF.
"Hal tersebut mendistorsi kegiatan riil dengan menghasilkan insentif untuk investasi berlebih dan dengan menekan pendapatan rumah tangga melalui pengembalian yang rendah pada deposito," kata IMF.
IMF mengatakan, masalah tersebut diperburuk oleh kurangnya kesempatan investasi alternatif untuk tabungan rumah tangga.
IMF juga mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan kecil dan menengah China memiliki akses terbatas ke pasar modal, dan bahwa struktur-struktur pasar ini membutuhkan sesuatu yang lebih maju.
Â
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
- 30/09/2011 14:01 - Bursa Saham Global Pulih Tahun Depan: Survei
- 01/07/2011 12:55 - Dow Jones Terbaik Di Semester I 2011, Brasil Terburuk
- 28/06/2011 09:37 - Selayang Pandang Krisis Utang Yunani
- 22/06/2011 14:06 - Fed Masih Santai Tanggapi Ekonomi AS
- 15/05/2011 23:08 - Menanti Imbas Siklus Suku Bunga

