Sabtu, 13 Maret 2010

Headlines:

Dibayangi Lonjakan Utang, G7 Tetap Lanjutkan Stimulus Ekonomi

(MahadanaNews) Negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok G7 sepakat untuk melanjutkan stimulus guna menyokong pemulihan ekonomi global yang masih rapuh. Meskipun upaya itu akan memunculkan kekhawatiran membengkaknya defisit anggaran negara-negara maju.

"G7 perlu melanjutkan pemberian stimulus yang kita berkomitmen untuk saling menguntungkan dan mencoba mencari jalan keluarnya," ujar Menteri Keuangan Kanada, Jim Flaherty dalam konferensi pers usai pertemuan, seperti dilansir AFP, Minggu (7/2/2010).

Kebijakan untuk terus menyokong pemulihan ekonomi dunia memang menelan biaya yang tidak sedikit. Meski G7 sudah mulai mengenalkan diversifikasi kebijakan ekonomi dan fiskal, namun para menteri yang melakukan pertemuan sepakat bahwa investasi di negara-negara mereka masih penting guna mencegah tergelincirnya lagi perekonomian.

"Kita harus meyakinkan tidak akan merusak pemulihan ekonomi," ujar Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner.

"Kita secara jelas berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi perekonomian kita hingga pemulihan benar-benar terbangun.  Kita telah mencapai banyak hal pada tahun 2009. Risiko pada tahun 2010 adlaha dunia akan lupa seberapa serius situasi sebelumnya dan apa hal-hal yang harus dilakukan," ujar Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling.

Kekhawatiran seputar membengkaknya utang akibat belanja stimulus guna pemulihan ekonomi telah mengguncang pasar finansial dalam beberapa hari terakhir. Hal itu sebenarnya menjadi agenda utama pertemuan para menteri keuangan G7, namun ternyata tidak ada kesimpulan yang berarti soal ini.

Tiga negara Eropa yang sebelumnya dikhawatirkan investor adalah Yunani dan menyusul Spanyol plus Portugal. Yunani kini masih dalam pengawasan Uni Eropa menuusul membengkaknya utang dengan defisit mencapai 12,7%. Sedangkan Portugal tercatat memiliki defisit 9,3% atau tertinggi sejak tahun 1974.

Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet sebelumnya menyatakan, tingginya defisit dan utang sejumlah negara menambah beban bagi kebijakan moneter sekaligus menggelayuti stabilitas Uni Eropa dan pakta pertumbuhannya. Total utang negara-negara G7 tercatat mencapai US$ 30 triliun. (dtc)