MahadanaNews.com

Selasa, 7 September 2010

Headlines:

RI Bidik Investasi US$ 12 Miliar Dari Kongres Geothermal

(MahadanaNews) Pemerintah Indonesia membidik masuknya investasi baru sekitar US$ 12 miliar dalam penyelenggaraan World Geothermal Congress keempat yang akan dilaksanakan pada tanggal 25-30 April 2010.

Menurut Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan, pemerintah memang berencana untuk menawarkan investasi pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 3.977 MW yang masuk dalam proyek 10.000 MW tahap II.

"Investasinya kan sekitar US$ 3 juta per MW, sedangkan PLTP dibangun sekitar 3.977 MW, jadi tinggal dikalikan saja. Kami harapkan mereka bisa masuk di situ," kata Bambang dalam konferensi pers World Geothermal 2010, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (10/3/2010).

Bambang menyatakan, kongres ini begitu strategis bagi Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Sebesar 40 persen dari potensi di dunia tercatat berada di Indonesia. Namun sayangnya, dari 28.000 MW potensi tersebut baru sekitar 4 persen atau sekitar 1.198 MW yang sudah dimanfaatkan.

"Dengan adanya keberpihakan pemerintah ke panas bumi sebagai energi pengganti fosil ini akan membuat investor tertarik masuk ke panas bumi," tegasnya.

Untuk diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Geothermal Congres ke empat pada tanggal 25-30 April 2010. Kongres yang dilaksanakan di Bali International Convention Center tersebut akan dihadiri oleh 2.500 peserta dari 80 negara dan akan dibuka oleh Presiden RI.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan pertemuan ini merupakan salah satu wujudnya komitme Indonesia dalam rangka mempercepat pemanfaatan energi panas bumi dan penghargaan dunia internasional terhadap peran Indonesia dalam bidang panas bumi serta mewujudkan Indonesia menjadi lumbung dan kiblat energi panas bumi dunia.

"Untuk itu pemerintah memberikan dukungan yang kuat dalam penyelenggaraan acara ini sebagai sarana promosi dan investasi bagi pengembangan panas bumi di Indonesia," paparnya.