MahadanaNews.com

Iran Dorong Minyak Brent, Data AS Beri Tekanan

E-mail

(MahadanaNews) Harga minyak mentah Brent naik untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat seiring jelang pemungutan suara parlemen Iran pada penghentian ekspor ke Uni Eropa membuat ketidakpastian pasokan jadi fokus dan masalah lain kilang AS membantu mengirim bensin berjangka melonjak.

Minyak mentah Brent dan AS membukukan keuntungan mingguan, tapi harga minyak AS berakhir lebih rendah, tertekan oleh data yang menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh hanya 2,8% tahunan di kuartal keempat.

Walaupun itu merupakan laju tercepat dalam 1-1/2 tahun, namun kurang dari 3,0% yang diharapkan, dan kegagalan menyamai perkiraan membebani ekuitas AS.

Bensin berjangka AS melonjak ke tertinggi mereka sejak akhir Agustus di tengah berita bahwa ConocoPhillips menutup sebuah unit pembuatan bensin di kilang Bayway di New Jersey untuk diperbaiki pada masalah mekanis.

Kabar Bayway menambah kekhawatiran tentang pasokan yang dipicu oleh penutupan dan penutupan lainnya yang dijadwalkan pada kilang AS dan kebangkrutan Petroplus di Eropa.

Minyak mentah Brent Maret naik 67 sen untuk menetap di $111,46 per barel, dari puncak intraday $111,99. Brent mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,46%.

Minyak mentah AS bulan Maret turun 14 sen untuk menetap di $99,56 per barel, setelah bergerak dari $99,13 ke $100,63. Untuk minggu ini, membukukan keuntungan 1,1%.

Parlemen Iran pada hari Minggu akan mempertimbangkan langkah penghentian ekspor minyak ke Uni Eropa pada awal pekan depan, sebelum embargo minyak blok itu terhadap Iran mulai berlaku pada Juli seiring sengketa Barat atas program nuklir Teheran terus berlanjut.

Royal Dutch Shell, salah satu konsumen terbesar minyak mentah Iran, mengatakan akan menerapkan ketentuan embargo Uni Eropa tetapi akan membutuhkan beberapa waktu untuk mempelajari rincian sanksi yang akan mendorong harga minyak lebih tinggi, kepala eksekutif Peter Voser mengatakan.

Produsen minyak Timur Tengah Oman mengatakan bersedia untuk menjual minyak mentah ke Sri Lanka, negara lain yang mencari alternatif pada ancaman pasokan utama dari Iran.

 



Kabarkan teman anda...