(MahadanaNews) Harga minyak melonjak ke level tertinggi sembilan bulan di atas $105 per barel seiring Iran pada hari Senin dilaporkan mengancam untuk memperpanjang embargo atas Inggris dan Perancis ke negara-negara Eropa lainnya.
Sehari setelah Teheran mengatakan mereka menghentikan pengiriman minyak mentah ke Perancis dan Inggris, kepala perusahaan minyak negara Iran mengatakan jika negara-negara Eropa lainnya meneruskan "tindakan bermusuhan," mereka akan menghentikan ekspor minyak juga, menurut Associated Press, yang mengutip sebuah kantor berita semi-resmi Iran.
Tapi Uni Eropa bisa menangani penghentian tiba-tiba untuk impor minyak Iran karena perubahan sudah dilakukan seiring larangan Uni Eropa yang akan datang pada pengiriman Iran, seorang pejabat Badan Energi Internasional mengatakan pada Senin, menurut laporan media.
Ancaman lisan pada Senin dipandang sebagai bagian dari serangan pendahuluan, dengan embargo Uni Eropa pada minyak Iran dijadwalkan untuk mulai efektif pada bulan Juli atas program nuklir Iran.
Sanksi Uni Eropa dan langkah-langkah serupa oleh AS, merupakan bagian dari kampanye untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir. Iran telah lama berpendapat program nuklirnya hanya ditujukan untuk produksi energi.
Minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Maret naik setinggi $105,44 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile. Kontrak menambahkan 93 sen menjadi berakhir pada $103,24 per barel di New York pada Jumat.
Pasar AS ditutup pada Senin untuk liburan Hari Presiden.
Di Brussels, para menteri keuangan zona euro mempertimbangkan kondisi pinjaman baru ke Yunani, dengan para ahli memperingatkan kesepakatan apa pun kemungkinan tidak akan menjadi bab terakhir dalam drama panjang atas upaya Eropa untuk mengatasi utang dan mempertahankan mata uang bersama di kawasan itu.
Di tempat lain, Meksiko dan Amerika Serikat dilaporkan menandatangani kesepakatan pada hari Senin untuk bekerja sama dalam pembangunan minyak dan gas di Teluk Meksiko. Perjanjian itu, yang dinegosiasikan tahun lalu, memperlancar jalan bagi perusahaan-perusahaan AS dan Meksiko untuk mendapatkan hak untuk mengebor dalam wilayah yang menjadi sengketa di Teluk.
Secara terpisah, Petroleos Mexicanos, pada Senin menutup dua terminal ekspor minyak di Teluk Meksiko karena cuaca buruk, menurut Bloomberg, yang mengutip sebuah buletin harian yang diterbitkan oleh Merchant Marine Meksiko.
BUMN minyak Meksiko, Pemex, adalah pemasok terbesar ketiga minyak ke Amerika Serikat, yang membeli sekitar 84% dari ekspor minyak mentah Meksiko, kata Bloomberg.
Kementerian minyak Irak pada Senin mengatakan ekspor minyak nasional turun tipis pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya, menurut laporan media.
Ekspor minyak Irak bulan lalu rata-rata 2.107 juta barel per hari, dibandingkan dengan 2.145 juta barel per hari pada Desember, Associated Press melaporkan.
Dan, bisa memperkuat permintaan komoditas, bank sentral China pada akhir pekan lalu menurunkan persyaratan cadangan modal bagi bank.
Â
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

